Jumat, 16 Januari 2009

My First Story

2008...
Seharusnya adalah tahun yang sangat amat luar biasa bagiku.
Janji Tuhan dalam 1 Korintus 2:9 tergenapi dalam hidupku. Tapi...
Ah, betapa bodohnya aku karena terlalu fokus dan hanyut dalam keegoisan dan masalah - masalah yang ada sehingga suatu yang sangat luar biasa yang dianugerahkan Tuhan bagiku aku anggap biasa saja dan hari - hari kulalui dengan kesia - sian dan amarah. Mungkin dalam pelayanan aku tetap melayani, tapi hatiku...

Tetapi, sungguh aku bersyukur kepada Tuhan, ketika tahun 2008 akan berakhir Dia ternyata masih peduli padaku walaupun aku sudah ''amburadul''. Setelah acara Natal 2008 kemarin, dengan kasihNya Dia membawaku flashback, betapa di tahun 2008 ini Dia selalu menyertaiku. Aku tiba - tiba teringat ketika Dia memberikan surprise yang sangat luar biasa bagiku.
Seorang BENNY yang secara manusia TIDAK MUNGKIN dapat pergi ke luar negeri dijadikan MUNGKIN olehNya, gratis lagi. Dan tidak tanggung - tanggung ke lain benua, Afrika Selatan bro! Tidak pernah sedikitpun ada pikiran bahwa aku akan dapat punya paspor, naik pesawat, dapat uang saku, gratis lagi. Uang darimana? Kalau mau ke luar kota saja masih mikir.
Dan yang lebih berkesan lagi adalah ketika dengan ''basa basi'' aku menolak untuk ke Af-Sel, dengan alasan takut naik pesawat terbang (jujur aja emang takut banget, apalagi waktu itu banyak berita kecelakaan pesawat terbang), pimpinanku berkata: "kamu kan punya Tuhan, kalau kamu memang benar percaya sama TuhanMu, apa kamu tidak percaya bahwa Dia akan membawa kamu selamat pulang pergi?"...
Sungguh aku terkaget dengan pernyataannya itu padahal dia bukan orang Kristen. Aku jadi tersadar, siapakah Tuhan di dalam hidupku...?

Teringat hal itu aku jadi menangis. Ketika Tuhan memberkati aku dengan hal yang besar aku tidak menyaksikan kebesaranNya, malah kalau di KEKAL pasti yang aku sharingkan adalah masalah, masalah, masalah. Aku terlupa kalau kita DIBERKATI adalah untuk MEMBERKATI, dan itu bukan hanya alam hal materi saja. Tetapi kesaksian kita pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dan bagaimana kita mau diberkati Tuhan lagi kalau kita tidak menjadi berkat bagi orang lain? Bagaimana orang lain dapat melihat kebesaran Tuhan kalau yang bersaksi hanya orang - orang yang sama terus, padahal ada yang lain cuma tidak berani bersaksi dengan alasan takut, malu seperti aku ini.
Juga aku teringat dalam pelayanan terutama di musik. Sering hanya karena iri, terlalu ''sadar diri'', dikritik yang jelek, merasa tidak berarti, membuat aku ngambek (kayak anak kecil ya...). Pelayanan hanya aku jalani hanya karena aku dapat jatah tugas, tidak dari dalam hatiku karena mengasihi Tuhan.
Duh, jadi malu aku mengingatnya.

2009...
Sungguh aku bersyukur Tuhan sudah membuka pikiranku dan memberi hikmat - hikmat baru bagiku. Tuhan tidak pernah jauh dari kita dan bahkan dia selalu menyertai kita dalam keadaan apapun. Dan satu komitmenku di tahun yang baru ini, aku akan lebih fokus keluar daripada diri sendiri, sebab aku percaya bahwa hidupku, Tuhan sudah mengaturnya. Ia lebih suka aku menjadi berkat bagi orang lain dalam hal apapun. Biar orang melihat bahwa ada Yesus di dalam hidupku. Sekecil apapun konstribusi kita asal maksimal, pasti berguna bagi orang lain.
(Dan yang lebih meneguhkan aku, ternyata teman - teman KEKAL mempunyai visi yang sama dengan aku, dan itu berarti memang ini saatnya Tuhan memakai kita lebih lagi bagi pekerjaanNya)
Di tahun ini, memang masalah dan kesulitan tetap ada, tetapi ketika kita bersama Yesus, kita berbeda. Amin...!!!

So guys, terutama teman - teman satu pelayanan dalam worship team, maafkan aku ya yang di tahun kemarin telah seenaknya sendiri.
Di tahun 2009 ini, IT'S TIME TO RISE UP...
Let's we be a HISTORY MAKER...

"BRING HEALING TO THE NATION"